Ulthera dengan Bius Tidur? Mengapa Edition Tidak Menyarankannya

Ditulis oleh: EDITION Plastic Surgery | Diterbitkan: 6/10/2026

Takut sakit saat Ulthera dan ingin bius tidur? Penjelasan Edition, Gangnam: mengapa reaksi pasien perlu terlihat selama tindakan, pilihan pengendalian nyeri yang dipakai, serta di mana posisi Ulthera dibandingkan tanam benang dan facelift.

Halo dari Edition Plastic Surgery Clinic & Dermatology di Gangnam, Seoul. Jika Anda merencanakan Ulthera (lifting dengan energi ultrasound terfokus) saat berkunjung ke Seoul, mungkin Anda bertanya: "Bisakah saya dibius tidur saja supaya tidak terasa sakit?" Pertanyaan ini wajar.

Edition tidak menyarankan bius tidur untuk Ulthera. Alasannya bukan soal kenyamanan, melainkan keamanan: selama tindakan, dokter perlu melihat reaksi pasien. Menurut jawaban konsultasi Edition, jika tindakan dilakukan tanpa memperhatikan reaksi pasien, risiko cedera saraf dan luka bakar menjadi jauh lebih besar. Nyeri dikendalikan dengan cara lain, dan rasa nyeri berbeda pada setiap orang.

Mengapa Ulthera bisa terasa nyeri?

Ulthera mengirim energi ultrasound yang padat sampai ke lapisan bawah kulit. Karena itu, sebagian orang merasakan nyeri yang datang sesekali selama tindakan. Seberapa kuat rasanya berbeda pada setiap orang dan setiap area wajah.

Mengapa bius tidur tidak disarankan?

Menurut jawaban konsultasi Edition, bahkan dalam bius tidur tubuh masih merasakan nyeri dan cenderung banyak bergerak. Yang lebih penting, ketika pasien tertidur, dokter tidak bisa melihat respons pasien terhadap energi yang diberikan. Respons itulah yang membantu menyesuaikan tindakan. Jika tindakan dilakukan tanpa melihat reaksi pasien, risiko cedera saraf dan luka bakar menjadi jauh lebih besar. Karena itu Edition tidak menyarankan bius tidur untuk Ulthera.

Lalu bagaimana nyeri dikendalikan?

Di Edition, nyeri saat Ulthera dikendalikan dengan beberapa cara, antara lain:

Cara yang dipakai dibicarakan saat konsultasi, sesuai area dan kondisi kulit Anda. Jika Anda sangat cemas terhadap nyeri, sampaikan sejak awal agar dokter bisa menjelaskan apa yang akan Anda rasakan.

Di mana posisi Ulthera dibandingkan tanam benang dan facelift?

dr. Daehee Han (한대희), dokter yang melakukan tanam benang di Edition, menjelaskan posisi berbagai pilihan lifting secara sederhana. Lifting dengan alat (laser atau energi) pemulihannya cepat, tetapi efek pengencangannya ada kalanya terbatas. Facelift memberi efek yang kuat, tetapi ada beban operasi dan pemulihan. Ia memusatkan perhatian pada tanam benang sebagai cara di antara keduanya, bila dilakukan pada orang yang tepat.

Artinya, Ulthera bukan pengganti operasi. Yang perlu diperiksa lebih dulu adalah penyebab kekenduran: kulit, posisi lemak yang bergeser, atau ligamen retensi wajah (retaining ligament) yang mengendur. Dari situ dokter menilai apakah alat, benang, atau operasi lebih sesuai.

Bisakah Ulthera digabung dengan RF seperti Density?

Menurut Edition, Density (lifting radiofrekuensi/RF) dapat dilakukan bersamaan dengan Ulthera, yaitu gabungan RF dan ultrasound. Namun pilihan alat dan jumlah tembakan (shot) ditentukan setelah berkonsultasi dengan dokter yang menangani.

Jika Anda baru menjalani tanam benang, Density dilakukan paling cepat 4–6 minggu setelahnya, tidak dalam 4 minggu pertama. Setelah operasi hidung, dr. Daehee Han menyarankan perawatan kulit dilakukan setelah masa pemulihan yang cukup, sekitar 4 minggu.

Siapa yang menangani perawatan dengan alat di Edition?

Di Edition, perawatan kulit dan lifting dengan alat ditangani oleh dr. Jaehoon Jang (장재훈). Untuk merencanakan kunjungan dari Indonesia, pertanyaan bisa dikirim melalui kanal KakaoTalk @에디션성형외과, telepon +82-2-591-0100, atau email editionprs@gmail.com.

Pertanyaan yang sering diajukan

Q1) Apakah Ulthera pasti sangat sakit?

A1) Tidak selalu. Nyeri bisa datang sesekali, dan rasanya berbeda pada setiap orang. Di Edition nyeri dikendalikan dengan bius krim, bius suntik, atau bius getar.

Q2) Saya tetap ingin bius tidur. Apakah bisa?

A2) Edition tidak menyarankannya, karena tanpa melihat reaksi pasien risiko cedera saraf dan luka bakar menjadi jauh lebih besar. Alasan ini akan dijelaskan saat konsultasi.

Q3) Kulit saya tipis dan mudah kemerahan. Apakah harus menghindari Ulthera?

A3) Menurut jawaban konsultasi Edition, kedalaman tindakan Ulthera disesuaikan dengan lapisan kulit masing-masing, jadi tidak otomatis harus dihindari. Wajah perlu dilihat langsung untuk menilai.

Q4) Bisakah Ulthera menggantikan facelift?

A4) Tidak bisa disamakan. Jika kulit sudah sangat kendur, dr. Daehee Han menilai facelift bisa menjadi pilihan yang lebih efektif.

Hasil dan masa pemulihan berbeda pada setiap orang. Silakan ambil keputusan setelah berkonsultasi secara menyeluruh dengan dokter.

Tentang penulis

dr. Daehee Han (한대희) — dokter bedah plastik utama (대표원장), Edition Plastic Surgery Clinic & Dermatology (에디션성형외과), Seoul

  • Dokter spesialis bedah plastik bersertifikat Korea (성형외과 전문의) sejak 2014; 18 tahun pengalaman klinis
  • Magister, Fakultas Kedokteran Universitas Ajou; residensi bedah plastik, Rumah Sakit Universitas Ajou
  • Pelatihan: Craniofacial Center, Chang Gung Memorial Hospital, Taiwan (2013); IFAAS Mini Fellowship, University of Florida, Amerika Serikat (2016)
  • Mantan dokter pembimbing tim medis gawat darurat di pusat penanggulangan bencana 119, dinas pemadam kebakaran Korea (소방안전본부 119종합방재센터 응급의료팀 지도의사)
  • Anggota tetap: perhimpunan bedah plastik Korea (대한 성형외과학회), perhimpunan bedah plastik estetik Korea (대한 미용성형외과학회), perhimpunan bedah mikro Korea (대한 미세수술학회), dan asosiasi dokter bedah plastik praktik swasta Korea (대한 성형외과 개원의협의회)

Ditinjau: Oktober 2026

Perawatan lifting dengan gelombang radiofrekuensi dan ultrasonik dapat menimbulkan nyeri atau rasa panas selama perawatan, kemerahan, pembengkakan, memar, dan mati rasa sementara, dan meskipun jarang, luka bakar atau cedera saraf dapat terjadi. Tingkat dan lamanya berbeda pada setiap orang, jadi silakan berkonsultasi secara menyeluruh dengan dokter sebelum memutuskan.